Minggu, 17 Agustus 2014

Penciptaan alam semesta menurut alkitab


Hari Pertama, Tuhan menciptakan
langit dan bumi dalam keadaan
kosong dan gelap gulita. Lalu,
menjadikan terang yang memisahkan
pagi dan petang. (Kejadian 1 :1- 5).

Hari Kedua, Tuhan menciptakan langit
(Kejadian 1:6 -8).
Hari Ketiga, Tuhan menciptakan
tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:9 -13).

Hari Keempat, Tuhan menciptakan
matahari dan bintang (Kejadian
1:14-19 ).

Hari kelima, Tuhan menciptakan
binatang laut dan burung (Kejadian
1:20-23 ),

Hari Keenam, Tuhan menciptakan
makhluk hidup, ternak, binatang dan
Adam, manusia pertama (Kejadian
1:24-31 ).

Hari ketujuh, Tuhan berhenti dari
segala pekerjaan-Nya yang disebut
sebagai Hari Sabat Tuhan (Kejadian
2:2, Keluaran 20:10-11 , Ulangan 5:14) .






Sumber : 

http://mitagates.blogspot.com/2012/08/penciptaan-alam-semesta-menurut-alkitab.html (dgn perubahan)

http://www.google.co.id/imgres?imgurl=http%3A%2F%2Fhajimac.qee.jp%2Fcreation2.gif&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.sarapanpagi.org%2F6-hari-penciptaan-kejadian-1-vt399.html&h=654&w=424&tbnid=HWvlAxPZzK8mHM%3A&zoom=1&docid=zaTvht6bwlc_7M&ei=lGfwU9aYE4bJuAT3z4GoDA&tbm=isch&ved=0CB8QMygFMAU&iact=rc&uact=3&dur=314&page=1&start=0&ndsp=16
 
.

Kamis, 14 Agustus 2014

Asal Usul Bumi Dan Manusia Menurut Agama Buddha Oleh Corneles Wowor, M.A 

 

 

Vasettha, terdapat suatu saat, cepat atau lambat, setelah suatu masa yang lama sekali, ketika dunia ini hancur. Dan ketika hal ini terjadi, umumnya mahluk-mahluk terlahir kembali di Abhassara (alam cahaya); di sana mereka hidup dari ciptaan batin (mano maya), diliputi kegiuran, memiliki tubuh yang bercahaya, melayang-layang di angkasa, hidup dalam kemegahan. Mereka hidup demikian dalam masa yang lama sekali.

Pada waktu itu (bumi kita ini) semuanya terdiri dari air, gelap gulita. Tidak ada matahari atau bulan yang nampak, tidak ada bintang-bintang maupun konstelasi-konstelasi yang kelihatan; siang maupun malam belum ada, ..... laki-laki maupun wanita belum ada. Mahluk-mahluk hanya dikenal sebagai mahluk-mahluk saja.

Vasettha, cepat atau lambat setelah suatu masa yang lama sekali bagi mahluk-mahluk tersebut, tanah dengan sarinya muncul keluar dari dalam air. Sama seperti bentuk-bentuk buih (busa) di permukaan nasi susu masak yang mendingin, demikianlah munculnya tanah itu. Tanah itu memiliki warna, bau dan rasa. Sama seperti dadi susu atau mentega murni, demikianlah warna tanah itu; sama seperti madu tawon murni, demikianlah manis tanah itu. Kemudian Vasettha, di antara mahluk-mahluk yang memiliki sifat serakah (lolajatiko) berkata : 'O apakah ini? Dan mencicipi sari tanah itu dengan jarinya. Dengan mencicipinya, maka ia diliputi oleh sari itu, dan nafsu keinginan masuk dalam dirinya. Mahluk-mahluk lainnya mengikuti contoh perbuatannya, mencicipi sari tanah itu dengan jari-jari ..... mahluk-mahluk itu mulai makan sari tanah, memecahkan gumpalan-gumpalan sari tanah tersebut dengan tangan mereka. Dan dengan melakukan hal ini, cahaya tubuh mahluk-mahluk itu lenyap. Dengan lenyapnya cahaya tubuh mereka, maka matahari, bulan, bintang-bintang dan konstelasi-konstelasi nampak ..... siang dan malam ..... terjadi.

Demikianlah, Vasettha, sejauh itu bumi terbentuk kembali.



Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati sari tanah, memakannya, hidup dengannya, dan berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali. Berdasarkan atas takaran yang mereka makan itu, maka tubuh mereka menjadi padat, dan terwujudlah berbagai macam bentuk tubuh. Sebagian mahluk memiliki bentuk tubuh yang indah dan sebagian mahluk memiliki tubuh yang buruk. Dan karena keadaan ini, mereka yang memiliki bentuk tubuh yang indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh yang buruk ..... maka sari tanah itupun lenyap ..... ketika sari tanah lenyap ..... muncullah tumbuhan dari tanah (bhumipappatiko). Cara tumbuhnya seperti cendawan ..... Mereka menikmati, mendapatkan makanan, hidup dengan tumbuhan yang muncul dari tanah tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali ..... (seperti di atas). Sementara mereka bangga akan keindahan diri mereka, mereka menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan yang muncul dari tanah itu pun lenyap. Selanjutnya tumbuhan menjalar (badalata) muncul ..... warnanya seperti dadi susu atau mentega murni, manisnya seperti madu tawon murni .....

Mereka menikmati, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan menjalar itu ..... maka tubuh mereka menjadi lebih padat; dan perbedaan bentuk tubuh mereka nampak lebih jelas; sebagian nampak indah dan sebagian nampak buruk. Dan karena keadaan ini, maka mereka yang memiliki bentuk tubuh indah memandang rendah mereka yang memiliki bentuk tubuh buruk ..... Sementara mereka bangga akan keindahan tubuh mereka sehingga menjadi sombong dan congkak, maka tumbuhan menjalar itu pun lenyap.

Kemudian, Vasettha, ketika tumbuhan menjalar lenyap ..... muncullah tumbuhan padi (sali) yang masak di alam terbuka, tanpa dedak dan sekam, harum, dengan bulir-bulir yang bersih. Pada sore hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan malam, pada keesokkan paginya padi itu telah tumbuh dan masak kembali. Bila pada pagi hari mereka mengumpulkan dan membawanya untuk makan siang, maka pada sore hari padi tersebut telah tumbuh dan masak kembali, demikian terus menerus padi itu muncul.

Vasettha, selanjutnya mahluk-mahluk itu menikmati padi (masak) dari alam terbuka, mendapatkan makanan dan hidup dengan tumbuhan padi tersebut, dan hal ini berlangsung demikian dalam masa yang lama sekali. Berdasarkan atas takaran yang mereka nikmati dan makan itu, maka tubuh mereka tumbuh lebih padat, dan perbedaan bentuk mereka nampak lebih jelas. Bagi wanita nampak jelas kewanitaannya (itthilinga) dan bagi laki-laki nampak jelas kelaki-lakiannya (purisalinga). Kemudian wanita sangat memperhatikan tentang keadaan laki-laki, dan laki-laki pun sangat memperhatikan keadaan wanita. Karena mereka saling memperhatikan keadaan diri satu sama lain terlalu banyak, maka timbullah nafsu indriya yang membakar tubuh mereka. Dan sebagai akibat adanya nafsu indriya tersebut, mereka melakukan hubungan kelamin.

Vasettha, ketika mahluk-mahluk lain melihat mereka melakukan hubungan kelamin .........

[ Dikutip dari Website Samaggi-Phala WWW.Samagghi-Phala.or.id ]




(Dikutip dari http://sejarahini.blogspot.com/2013/06/asal-usul-bumi-dan-manusia-menurut.html)

Minggu, 25 Mei 2014

Pengolahan Limbah Padat

MEMINIMALISIR

Reuse : Menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama /berbeda

Contoh : Menggunakan serbet / saputangan ketimbang memakai tisu

Refill : Mengisi kembali

Contoh : Membeli isi sampo ketimbang membeli sampo dengan botolnya

Repair : Usaha perbaikan 

Contoh : Memperbaiki sepeda yang rusak ketimbang membeli sepeda baru

Recycle : Mendaur ulang barang

Contoh : Mengunakan botol plastik sebagai pot tanaman

Replace : Mengganti barang barang yang biasa kita gunakan dengan barang barang yang lebih baik

Contoh : Mengganti penggunaan pupuk urea dengan menggunakan pupuk kompos



MENGOLAH

Landfill : Penimbunan sampah pada suatu lubang tanah

Incineration : Membakar sampah dengan cara tradisional atau modern secara massal. Teknologi memungkinkan hasil energi pembakaran diubah menjadi listrik 

Pulverisation : Pembuangan sampah ke laut lepas setelah dipotong kecil-kecil
Composting : Pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos dengan cara tradisional atau modern
Hogfeeding : Pengolahan limbah organik menjadi pakan ternak



Jumat, 24 Januari 2014

tugas contoh pengaplikasian redok

Salah satu contoh dari pengaplikasian redoks adalah  accumulator / aki











Sel Volta komersial jenis lain yang dapat diisi ulang adalah sel timbel atau dikenal dengan accumulator (accu), terdiri atas timbel oksida sebagai katode dan logam timbel berbentuk bunga karang sebagai anode. Kedua elektrode ini dicelupkan dalam larutan H2SO4 35%. Reaksi yang terjadi selama accu dipakai (discharged) adalah sebagai berikut.
Pb(s) + HSO4(aq) →PbSO4(s) + H+(aq) + 2e (anode)
PbO2(s) + 3H+(aq) + HSO4(aq) + 2ePbSO4(s) + 2H2O(l) (katode)
Reaksi lengkapnya :
Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq)        2PbSO4(s) + 2H2O(l)
Potensial sel yang dihasilkan dari reaksi tersebut, yaitu sekitar 2 V. Untuk memperoleh potensial sel sebesar 12 V, diperlukan enam buah sel yang disusun secara seri. Jika accu telah dipakai, accu dapat diisi ulang menggunakan arus listrik searah. Selama proses isi ulang, reaksi dalam sel merupakan kebalikan dari reaksi pemakaian. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2PbSO4(s) + 2H2O(l) → Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq)
Selama proses isi ulang, sejumlah air dalam accu terurai menjadi H2 dan O2, akibatnya accu kekurangan air. Oleh karena itu, accu yang sering dipakai dan diisi ulang, cairan elektrolitnya harus diganti dengan yang baru.


Penjelasan tentang redoks


Perubahan kimia yang terjadi bila elektron dipindahkan antara reaktan-reaktan dikenal sebagai reaksi reduksi oksidasi. Reaksi oksidasi adalah sumber utama energi di bumi. Pembakaran bensin di dalam mesin mobil dan terbakarnya kayu dalam suatu kebakaran adalah reaksi oksidasi. Demikian juga pembakaran makanan dalam tubuh kita. Semua reaksi oksidasi disertai reaksi reduksi. Reaksi reduksi-oksidasi juga disebut reaksi redoks.
Mula-mula makna oksidasi adalah kombinasi secara kimia suatu zat dengan oksigen sedangkan reduksi adalah pelepasan/hilangnya oksigen. Sekarang oksidasi ditinjau sebagai pergeseran elektron menjauhi dari sebuah atom sedangkan reduksi adalah meliputi pergeseran elektron menuju suatu atom. Suatu reaksi oksidasi selalu disertai oleh reaksi reduksi. Zat yang menyebabkan oksidasi disebut zat pengoksidasi (oxidizing agent atauoksidator). Zat yang menyebabkan reduksi disebut zat pereduksi (reducing agent atau reduktor).
Sebuah bilangan oksidasi dapat ditandakan pada sebuah unsur dalam suatu zat sesuai dengan  aturan. Bilangan oksidasi suatu unsur dalam keadaan tak tergabung adalah nol. Bilangan oksidasi ion monoatomik adalah sama dalam hal besar dan tanda seperti muatan ioniknya. Jumlah bilangan oksidasi unsur dalam sebuah senyawa netral adalah nol. Akan tetapi dalam ion poliatomik, jumlah bilangan oksidasi unsur sama dengan muatan dari ion ini. Suatu kenaikkan bilangan oksidasi adalah oksidasi sedangkan penurunan bilangan oksidasi adalah reduksi.
PEMBAHASAN :
1.             Oksigen dalam reaksi redoks
Konsep lama :
Oksidasi : kombinasi suatu unsur dengan oksigen untuk menghasilkan oksida
·         Unsur dan senyawa bergabung dengan oksigen dalam reaksi oksidasi
Unsur :
4Fe   3O2  à  2Fe2O3
  O2  à  CO2
Senyawa :
CH4   2O2  à  CO2   2H2O
Reduksi : Hilangnya oksigen dari senyawa
2Fe2O3      +       3C    à   4Fe      +    3CO2
Istilah reduksi (pengurangan) berkaitan dengan fakta bahwa bila logam oksida direduksi menjadi logam, terdapat penurunan dalam hal volum logam oksida.








2.             Perpindahan elektron dalam reaksi redoks
Konsep baru :
·                     Oksidasi : hilangnya elektron sebagian atau seluruhnya atau terimanya oksigen.
·                     Reduksi : terimanya elektron atau hilangnya oksigen

Contoh reaksi logam dengan bukan logam, elektron dipindahkan dari atom logam ke atom bukan logam
Mg    +    à  Mg2+   S2-
Oksidasi : Mg  à  Mg2+   2e-  (hilangnya elektron)
Reduksi :    2e-  à  S2-  (terimanya elektron)
Mg : reducing agent (donor elektron)
 S : oxidizing agent (akseptor elektron)

3.             Manandai bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi adalah konsep tata buku (bookkeeping) yang diberikan oleh ahli kimia. Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan positif atau negatif yang ditandakan pada suatu atom sesuai dengan sehimpunan aturan.
Aturan penandaan bilangan oksidasi :
a.              Bilangan oksidasi ion monoatomik sama dalam hal besar dan tanda dengan muatan ioniknya. Contoh : biloks ion bromida, Br1-, adalah -1; biloks ion Fe3+ adalah +3.
b.             Biloks hidrogen dalam suatu senyawa selalu +1 kecuali dalam logam hidrida, contoh dalam NaH, biloks H adalah -1
c.              Biloks oksigen dalam suatu senyawa adalah selalu -2 kecuali dalam peroksida, contoh dalam H2O2 biloks O adalah -1
d.             Biloks unsur tak tergabung dengan unsur lain adalah nol. Contoh, biloks atom K (kalium) dalam logam kalium, K; dan atom nitrogen dalam gas N2, adalah nol
e.              Untuk senyawa netral, jumlah biloks dari atom-atom dalam senyawa harus sama dengan nol
f.              Untuk ion poliatomik, jumlah biloks atom harus sama dengan muatan ionik dari ion

4. Reaksi oksidasi dan reduksi
   Bagaimana kita menentukan apakah suatu reaksi adalah reaksi oksidasi-reduksi ? Kita dapat mengetahui dengan meninjau perubahan keadaan oksidasi unsur.
Zn(s)   2H+(aq)  à  Zn2+(aq)   H2(g)
                                         0              +1            +2               0
Perubahan keadaan oksidasi (Zn) berubah dari 0 ke +2 dan H berubah dari +1 ke 0. Disini jelas ada perpindahan elektron. Contoh berikut hanya terjadi pergeseran rapatan elektron, kita tidak dapat megatakan setiap zat menerima atau melepas elektron.
2H2(g)   O2(g)  à  2H2O(g)
                                                 0                        +1  -2
Zat yang memungkinkan untuk zat lain teroksidasi disebut oxidizing agent atau oxidant (oksidator). Zat yang memberikan elektron, menyebabkan zat lain tereduksi disebut reducing agent atau reductant (reduktor)



NO
OKSIDASI
REDUKSI
1
Hilangnya seluruh (lengkap) elektron [reaksi ionik]
Terimanya elektron secara lengkap [reaksi ionik]
2
Pergeseran elektron menjauhi suatu atom dalam ikatan kovalen
Pergeseran elektron menuju suatu atom dalam ikatan kovalen
3
Terimanya oksigen
Hilangnya oksigen
4
Kenaikkan bilangan oksidasi
Penurunan bilangan oksidasi



Owen Aloysius
XMIA4
25
 
 

Senin, 18 November 2013

Could volcanoes be causing Antarctic ice loss?


Paris (AFP) - Accelerating ice loss from the Antarctic icesheet could be due in part to active volcanoes under the frozen continent's eastern part, a study said on Sunday.


From 2002 to 2011, the average annual rate of Antarctic icesheet loss increased from about 30 billion tonnes to about 147 billion tonnes, the UN's panel of climate scientists reported in September.
The icesheet is a mass of glacial land ice -- one such sheet covers most of Greenland and the other Antarctica, and together they contain most of the freshwater on Earth.
The sheets are constantly moving, slowly flowing downhill and seawards under their own weight. Portions that extend out over the water are called ice shelf.
Previous research has blamed warmer seas swirling in a circular fashion around Antarctica for the quicker pace of icesheet loss from the southernmost continent.
These waters erode ice shelves, went the theory. And as more of the shelves disappeared, the quicker the sheet would flow and lose ice to the sea.
But in a new paper in the journal Nature Geoscience geologists led by Amanda Lough at Washington University in St. Louis, Missouri, suggested that, in West Antarctica, the faster flow may be also be due to volcanoes.
These heat the underside of the ice, causing melting that lubricates the flow, they suggested.
Evidence for this comes from recently deployed sensors that recorded two "swarms" of seismic activity under Mary Byrd Land, a highland region of West Antarctica, in 2010 and 2011.
Using ice-penetrating radar, the team found an intriguing elliptically-shaped deposit, measuring about 1,000 square kilometres (386 square miles) in the area, at a depth of 1,400 metres (4,550 feet).
The deposit is believed to be volcanic ash, spewed out by an enormous eruption some 8,000 years ago -- an estimate reached on the assumption it has since been covered by ice accumulating at the rate of 12.5 centimetres (five inches) a year.
"Together, these observations provide strong evidence for ongoing magmatic activity and demonstrate that volcanism continues to migrate southwards."
Several volcanoes were known to exist in West Antarctica, but none were thought to be active.
An undated handout photo released on November 1, 2011 by the Antarctic Ocean Alliance shows a peguin as it lands on the Antarctic ice"Eruptions at this site are unlikely to penetrate the 1.2 to two-km (0.75-1.2-mile) -thick overlying ice, but would generate large volumes of melt water that could significantly affect ice stream flow," said the study.

Rabu, 30 Oktober 2013

tugas biologi cara mengatasi penyakit protozoa dan toxoplasma

cara mengatasi penyakit toxoplasmosis
Toxoplasmosis dapat ditangani secara medis. Ada beberapa obat, biasanya digunakan dalam kombinasi, untuk mengobati infeksi oleh parasit ini. Tiga obat yang paling sering digunakan ke pasien, termasuk orang dengan HIV adalah pirimetamin (Daraprim), sulfadiazin (Microsulfon), dan asam folinic. Namun, pasien hamil diobati dengan spiramisin (Rovamycine) dan leucovorin (Wellcovorin) di samping obat yang tercantum di atas. Pasien dengan HIV biasanya membutuhkan pengobatan seumur hidup untuk menjaga parasit tetap ditekan. Obat lain kadang-kadang digunakan adalah klindamisin (Cleocin), azitromisin (Zithromax), atau atovakuon (Mepron). Obat ini digunakan terutama ketika pasien alergi terhadap pirimetamin atau sulfadiazin. Dosis bervariasi, cara terbaik untuk menentukan perawatan medis individu adalah didasarkan pada situasi kesehatan pasien
sumber : http://www.info-kes.com/2013/05/penyakit-toxoplasmosis-toxo.html


cara mengatasii penyakit protozoa
penyakit protozoa dapat diatasi dengan cara memberi obat, baik itu obat herbal dan obat kimia