Jumat, 24 Januari 2014

tugas contoh pengaplikasian redok

Salah satu contoh dari pengaplikasian redoks adalah  accumulator / aki











Sel Volta komersial jenis lain yang dapat diisi ulang adalah sel timbel atau dikenal dengan accumulator (accu), terdiri atas timbel oksida sebagai katode dan logam timbel berbentuk bunga karang sebagai anode. Kedua elektrode ini dicelupkan dalam larutan H2SO4 35%. Reaksi yang terjadi selama accu dipakai (discharged) adalah sebagai berikut.
Pb(s) + HSO4(aq) →PbSO4(s) + H+(aq) + 2e (anode)
PbO2(s) + 3H+(aq) + HSO4(aq) + 2ePbSO4(s) + 2H2O(l) (katode)
Reaksi lengkapnya :
Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq)        2PbSO4(s) + 2H2O(l)
Potensial sel yang dihasilkan dari reaksi tersebut, yaitu sekitar 2 V. Untuk memperoleh potensial sel sebesar 12 V, diperlukan enam buah sel yang disusun secara seri. Jika accu telah dipakai, accu dapat diisi ulang menggunakan arus listrik searah. Selama proses isi ulang, reaksi dalam sel merupakan kebalikan dari reaksi pemakaian. Reaksinya adalah sebagai berikut:
2PbSO4(s) + 2H2O(l) → Pb(s) + PbO2(s) + 2H2SO4(aq)
Selama proses isi ulang, sejumlah air dalam accu terurai menjadi H2 dan O2, akibatnya accu kekurangan air. Oleh karena itu, accu yang sering dipakai dan diisi ulang, cairan elektrolitnya harus diganti dengan yang baru.


Penjelasan tentang redoks


Perubahan kimia yang terjadi bila elektron dipindahkan antara reaktan-reaktan dikenal sebagai reaksi reduksi oksidasi. Reaksi oksidasi adalah sumber utama energi di bumi. Pembakaran bensin di dalam mesin mobil dan terbakarnya kayu dalam suatu kebakaran adalah reaksi oksidasi. Demikian juga pembakaran makanan dalam tubuh kita. Semua reaksi oksidasi disertai reaksi reduksi. Reaksi reduksi-oksidasi juga disebut reaksi redoks.
Mula-mula makna oksidasi adalah kombinasi secara kimia suatu zat dengan oksigen sedangkan reduksi adalah pelepasan/hilangnya oksigen. Sekarang oksidasi ditinjau sebagai pergeseran elektron menjauhi dari sebuah atom sedangkan reduksi adalah meliputi pergeseran elektron menuju suatu atom. Suatu reaksi oksidasi selalu disertai oleh reaksi reduksi. Zat yang menyebabkan oksidasi disebut zat pengoksidasi (oxidizing agent atauoksidator). Zat yang menyebabkan reduksi disebut zat pereduksi (reducing agent atau reduktor).
Sebuah bilangan oksidasi dapat ditandakan pada sebuah unsur dalam suatu zat sesuai dengan  aturan. Bilangan oksidasi suatu unsur dalam keadaan tak tergabung adalah nol. Bilangan oksidasi ion monoatomik adalah sama dalam hal besar dan tanda seperti muatan ioniknya. Jumlah bilangan oksidasi unsur dalam sebuah senyawa netral adalah nol. Akan tetapi dalam ion poliatomik, jumlah bilangan oksidasi unsur sama dengan muatan dari ion ini. Suatu kenaikkan bilangan oksidasi adalah oksidasi sedangkan penurunan bilangan oksidasi adalah reduksi.
PEMBAHASAN :
1.             Oksigen dalam reaksi redoks
Konsep lama :
Oksidasi : kombinasi suatu unsur dengan oksigen untuk menghasilkan oksida
·         Unsur dan senyawa bergabung dengan oksigen dalam reaksi oksidasi
Unsur :
4Fe   3O2  à  2Fe2O3
  O2  à  CO2
Senyawa :
CH4   2O2  à  CO2   2H2O
Reduksi : Hilangnya oksigen dari senyawa
2Fe2O3      +       3C    à   4Fe      +    3CO2
Istilah reduksi (pengurangan) berkaitan dengan fakta bahwa bila logam oksida direduksi menjadi logam, terdapat penurunan dalam hal volum logam oksida.








2.             Perpindahan elektron dalam reaksi redoks
Konsep baru :
·                     Oksidasi : hilangnya elektron sebagian atau seluruhnya atau terimanya oksigen.
·                     Reduksi : terimanya elektron atau hilangnya oksigen

Contoh reaksi logam dengan bukan logam, elektron dipindahkan dari atom logam ke atom bukan logam
Mg    +    à  Mg2+   S2-
Oksidasi : Mg  à  Mg2+   2e-  (hilangnya elektron)
Reduksi :    2e-  à  S2-  (terimanya elektron)
Mg : reducing agent (donor elektron)
 S : oxidizing agent (akseptor elektron)

3.             Manandai bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi adalah konsep tata buku (bookkeeping) yang diberikan oleh ahli kimia. Bilangan oksidasi adalah suatu bilangan positif atau negatif yang ditandakan pada suatu atom sesuai dengan sehimpunan aturan.
Aturan penandaan bilangan oksidasi :
a.              Bilangan oksidasi ion monoatomik sama dalam hal besar dan tanda dengan muatan ioniknya. Contoh : biloks ion bromida, Br1-, adalah -1; biloks ion Fe3+ adalah +3.
b.             Biloks hidrogen dalam suatu senyawa selalu +1 kecuali dalam logam hidrida, contoh dalam NaH, biloks H adalah -1
c.              Biloks oksigen dalam suatu senyawa adalah selalu -2 kecuali dalam peroksida, contoh dalam H2O2 biloks O adalah -1
d.             Biloks unsur tak tergabung dengan unsur lain adalah nol. Contoh, biloks atom K (kalium) dalam logam kalium, K; dan atom nitrogen dalam gas N2, adalah nol
e.              Untuk senyawa netral, jumlah biloks dari atom-atom dalam senyawa harus sama dengan nol
f.              Untuk ion poliatomik, jumlah biloks atom harus sama dengan muatan ionik dari ion

4. Reaksi oksidasi dan reduksi
   Bagaimana kita menentukan apakah suatu reaksi adalah reaksi oksidasi-reduksi ? Kita dapat mengetahui dengan meninjau perubahan keadaan oksidasi unsur.
Zn(s)   2H+(aq)  à  Zn2+(aq)   H2(g)
                                         0              +1            +2               0
Perubahan keadaan oksidasi (Zn) berubah dari 0 ke +2 dan H berubah dari +1 ke 0. Disini jelas ada perpindahan elektron. Contoh berikut hanya terjadi pergeseran rapatan elektron, kita tidak dapat megatakan setiap zat menerima atau melepas elektron.
2H2(g)   O2(g)  à  2H2O(g)
                                                 0                        +1  -2
Zat yang memungkinkan untuk zat lain teroksidasi disebut oxidizing agent atau oxidant (oksidator). Zat yang memberikan elektron, menyebabkan zat lain tereduksi disebut reducing agent atau reductant (reduktor)



NO
OKSIDASI
REDUKSI
1
Hilangnya seluruh (lengkap) elektron [reaksi ionik]
Terimanya elektron secara lengkap [reaksi ionik]
2
Pergeseran elektron menjauhi suatu atom dalam ikatan kovalen
Pergeseran elektron menuju suatu atom dalam ikatan kovalen
3
Terimanya oksigen
Hilangnya oksigen
4
Kenaikkan bilangan oksidasi
Penurunan bilangan oksidasi



Owen Aloysius
XMIA4
25